Ziarah Wali (Blogger)

Foto-foto akan terus update. Beberapa masih menunggu kiriman kawan dengan kamera yang berbeda. Walau begitu tidak seluruhnya saya masukkan mengingat tidak seluruhnya saya ikut rangkaian yang disinggahi TPC.

Sabtu, 24 Januari 2009 merupakan hari yang spesial bagi kami. Karena pada hari itu kami bertiga (saya, sentot, dan Uun) menjemput acara Puncak Ziarah Wali Blogger dengan tema β€œDatang tak diundang, pulang tak diantar” di Gunung Kelir, kediaman Mas Totok. Acara silaturahmi ini diprakarsai oleh teman teman TPC ( Tugu Pahlawan .com ) yang kemudian di dukung oleh segenap komunitas lain seperti blogger ngalam,blogger warok,blogger madiun,blogger ngawi,blogger bengawan,cah andong, dan wokehh pokoke….

Wes langsung ae tak pameri fotone


Habis sarapan di siang hari, sepulang dari gua spalawan. Kalau tidak salah, lupa kejadiannya. Maklum hampir semua gambar adalah jepretan fotografer Panjul dan Donny, dari Bengawan, komunitas Blogger Solo.

Mas Andi MSE (Aktif di LSM NGO) sedang coba laptop Byon ku.Disebelahku Mas Endar, sumpek dengan laptopnya yg sering hank jika bandwith macet. (gara-gara satu antena radio di tower putus kena badai). Mas Endar datang jauh dari Purwokerto naik motor sendirian.

Baru 5 menit komunitas TPC (surabaya) datang langsung berebutan cari tempat dan buka laptop masing-masing. Sekedar ngplurk dan posting di blog, mereka tak ingin telat agar di jam tersebut posisi rangking blognya di Google tidak tersalip oleh teman rivalnya. (Keyword yang dilombakan adalah “Ziarah Blogger”. Hampir beberapa jam sekali mereka beradu posisi rank di Google. Mainan aneh… :P).

Blogger Warok, komunitas Ponorogo sedang berpose. Salut untuk rekan dari Komunitas Warok yang datang jauh mengiringi MiniBus TPC dengan hanya mengendarai Motor, berkonvoi ratusan KM. Juga sangat kreatif, “W” singkatan dari Warok dibuat seperti logo “W”nya WordPress, ikon aplikasi blog populer.

Foto bersama di Ruang Pandang Gua Sepalawan. Sebagian tidak ikut, kecapekan dan ditinggal di rumah mas gentho.

Konsolidasi internal, membahas agenda, keluhan, dan isu-isu terkait dengan blogger. Lokasinya tetap di ruang pandang gua seplawan. Suasana sangat rame, saling ngotot, dan seru. Semakin seru ketika Mantan Kyai selalu nyerempetin hal yang saru2. Dasar Mesum πŸ™‚. Dari diskusi ini digagas tentang bantuan dana untuk Gaza, serta keinginan dari sebagian untuk membersihkan bloger dari paradigma blog untuk mencari dollar. Sepakat!!!. Satu hal yang tidak sepakat cuma Mantan Kyai, bukan soal paradigma dollar, tp tentang pengiriman dia berjihad ke Gaza. Alibinya : “Jika aku ke Gaza dan mati syahid, siapa nanti yang meneruskan produksi kata-kata saru di Blog?!” ….

Bukan diskusi, tp celingak-celinguk mencari liang gua yang masih sempit

Juga bukan diskusi, Novi (nama dan jenis kelaminnya sama dengan ku) dari TPC sedang jadi obyek penistaan oleh rekan-rekannya. Sedih nian, gembira ketika turun ke gua, tp harus merangkak naik dengan tubuhnya yang super Jumbo.

Konverensi via YM. taukan converensi? itu loh diskusi online. Kita bersama-sama diskusi dengan teman-teman dari titik komunitas blogger di Indonesia. Sayang jalannya ruwet. Mantan Kyai sampai dongkol berkali-kali.

Kyai Slamet, datang jauh dari Bogor (tapi bukan dari Komunitas Bloggor) langsung mengetik cepat idenya biar segera dibaca oleh seluruh peserta konferense di seluruh Indonesia.

Sujud syukur mencium tanah pelataran rumah Gentokelir. Nadzar yang wajib dipenuhi tuan rumah jika acara kali ini sukses dan Mas Iman sutradara juga turut datang. Sebenarnya hanya dia yang bernadzar. Tapi solidaritas blogger membuat acara sujud jadi berjamaah. Peserta merasa wajib sujud sebagai tanda syukur telah dipertemukan lewat kopdar Ziarah Wali Blogger. (kopdar= kopi darat)

Foto menjelang perpisahan.

Foto-foto lain dan Bonus2 dijalan

Pose cantik blogger Solo dan Ponorogo

Dan Mantan Kyaipun basah kuyup. Baca postingannya “Kisah Ngatini dan Basah Kuyup”.

Mas Gentho di tengah kerumitan kabel dan mas iman brontoseno, sutradara film dan iklan, ikut menandatangani kain dari Blogger Warok.

Ya inilah Novi, konon turunan syeh / habaib-habaib. Tapi hampir seluruh Ilmunya terkonversi sempurna menjadi lemak. Walau begitu dia tetap sholeh dan rajin sholat dikala darurat. Ada kapling surga di jidatnya.

Slamet widodo sedang mencari inspirasi terkait dengan konference yang kerap deadlock. Statusnya kawin beranak pinak, sedang menyelesaikan thesis S2 nya di IPB. Mas yang akrab dikenal dengan Kyai Slamet ini bicaranya meledak-ledak serempet sana serempet sini (tur yo saru sisan) . Sangat kontemporer dalam mengeluarkan terobosan. Produk (fatwa) salah satunya terkait dengan khutbah Jumat. “Khotib boleh pake powerpoint saat ceramah Jumatan. Bagi jamaah yang berhalangan bisa mendownload materi yang disampaikan di http://….. “

Gendheng ra… Rasane sasi suro wingi kyai iki pas diarak nang kraton gurung diadhusi kembang.

Print Friendly, PDF & Email

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

Site Footer