27 Mei 2011

Simcard XL Anda Rusak? Inilah Tipsnya!

Suatu ketika saya mendapat kepercayaan seorang teman putri mengurus kartu sim XL kesayangannya yang rusak. Kenapa ya koq mesti diurus, tidak dibuang saja? Tanyaku. Ya namanya juga sim card, didalamnya pasti terkandung nomer. Jawabnya.

Ya.ya.ya.. saya mencoba memahami. yang disayangi sebenarnya bukan kartu sim itu sendiri, tapi nomernya. Fisik berganti tidak masalah, asal namanya sama. .

Langkah pertama yang saya lakukan ialah mendatangi gerai XL. Di depan CS saya diminta menunjukkan KTP untuk di cek silang dengan catatan registrasi pada nomer tersebut. Karena saya bukan pemilik selanjutnya petugas menanyakan surat kuasa. Jelas saya menggeleng karena tidak tahu prosuder beginian. Sayapun memohon pakai cara lain buat bukti karena empunya kartu tinggal jauh di pelosok Indrayamu. dan masih harus melewati 3-4 bukit. Sampai dibukit terakhirpun harus merakit sampan menyusuri pedalaman hutan. Intinya saya tak mungkin melakukan perjalanan balik hanya untuk selembar surat kuasa.

Tak ada KTP tak ada Surat Kuasa. "Baiklah pak, tolong minta pemilik nomer ini menyebutkan 5 nomer yang sering dihubungi dan berapa nominal pengisian pulsa terakhir." Pinta petugas.

Solusi cerdas. Tak menunggu lama, si empu kartu menjawab sms saya dengan mengirim nomer-nomer yang kerap dihubungi. Alhamdulillan, nomer saya termasuk. Sebuah kehormatan tentunya.

Segera saya kembali ke meja CS, menyodorkan 5 nomer dan diperiksanya satu per satu via mesin yang canggih. "Berapa pengisian terakhir, pak?" tanya petugas itu lagi.

"kalau gak Rp. 5000,- ya Rp.10.000.-"

CS kembali mengecek sambil ngangguk-ngangguk menatap layar. Sejurus kemudian dia memberikan sim card baru sebagai pertanda segala bukti yang saya berikan telah divalidasi kebenarannya.

"ini pak kartu barunya. Nomernya tetap. akan aktif dalam 3 jam. " Jelas petugas.

"gitu ya..."

"Yang lama saya ambil ya." Pintanya sambil memungut kartu sim xl lama yang rusak.

Usai sudah misi urus-mengurus kartu. Saya kabari sohibiyah di sana. Dia seneng. Pokoknya senang banget. Dia bilang itu cinta matinya. Tak peduli kartunya telah berganti.

Tuh kan. Women membutuhkan cinta. Tak pedulu fisik anda bagaimana. Jangan bingung dengan gaji anda yang pas-pasan, jangan minder dengan tubuh anda yang dekil. Segera katakan bila kamu menyukainya..

Catatan penulis:

Kisah diatas sangat tidak relevan dengan quotes kalau wanita butuh cinta sedang pria butuh fisik. Karena kalau empunya kartu laki-laki pasti juga mempunyai sikap sama terhadap kartu yang rusak. Sekedar kisah senggang di pagi hari yang santai ini. Tapi jika anda ingin tahu relevansinya, kapan-kapan saya ceritakan 🙂

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

23 tanggapan untuk “Simcard XL Anda Rusak? Inilah Tipsnya!”

  1. Estiko berkata:

    Ternyata seperti itu ya? (thinking)

    "Fisik berganti tidak masalah, asal namanya sama. "
    Kalo salah orang gimana? (haha)

  2. luluhmm berkata:

    Untung ga dibawa ke kantor polisi lagi gara-gara dituduh mengambil kartu orang.Kalo saya yang di dibawa kantor polisi sih ga apa-apa. Sekalian cuci mata, liat polisi-polisi yang aduhai... :p

  3. Mhd Wahyu NZ berkata:

    hmm... entah kenapa sepertinya saya mencium aroma curhat colongan pada cerita ini. tanpa peduli catatan penulis, saya ucapkan, "jangan takut kawan, katakanlah! resikonya cuma dua: diterima atau ditolak"
    🙄

  4. tunsa berkata:

    hehehe...yg penting masih sama kan?

  5. dmilano berkata:

    saleum,
    wah, begitu rupanya, tapi gak semua cewek begitu sob, setidaknya dijaman sekarang yang munafik....
    saleum

  6. Semut Smart berkata:

    bagi sebagian wanita fisik memang bukan segalanya...
    yang penting uangnya.... 😛

  7. Pradna Satunya berkata:

    ternyata caranya masih sama sewaktu dulu jaman memakai (mendiang) Jempol.
    Masalahnya,
    gimana kalo tyt tidak ada sama sekali nomer yang biasa dihubungi?

    Pastilah tatapan mengasihani yang kita dapat.

  8. recky djayoesman berkata:

    sayangnya didekat rumahku gerai xl nya gak ada

  9. DV berkata:

    Wah sayang saya ngga pake XL tapi thanks infonya.. kukirim ke adikku, dia pake XL 🙂

  10. Fonega berkata:

    udah ga pake xl lagi, tapi thanks infonya 🙂

  11. aming berkata:

    pasti nomer kartunya yang cantik punya yakk...sampe segitunya...

  12. kodok kampus berkata:

    saya sih gak pernah ngalami. tp thanks buat infonya

  13. jarwadi berkata:

    saya juga pernah menukar no xl ke graha xl, karena nomor dan nama ktp sesuai maka prosesnya sangat cepat dan cukup bayar rp 2.000

    b e r e s

  14. veera berkata:

    ehehe kagak nyambung xD

    betewe, ntar kalo kartu exelku rusak minta tolong sampeyan aja deh... *lho?*

  15. Si Tukang Makan berkata:

    eh eh yg jadi CS nya cakep gak ? kalo cakep saya mau menyatakan cinta ... heueheuheuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

23 comments on “Simcard XL Anda Rusak? Inilah Tipsnya!”

    1. jangankan salah orang. dengan orang yang bener aja, selama masih mencintai yang lama ya tetap aja yang lama tu yang diingat-ingat 🙂

  1. Untung ga dibawa ke kantor polisi lagi gara-gara dituduh mengambil kartu orang.Kalo saya yang di dibawa kantor polisi sih ga apa-apa. Sekalian cuci mata, liat polisi-polisi yang aduhai... :p

  2. hmm... entah kenapa sepertinya saya mencium aroma curhat colongan pada cerita ini. tanpa peduli catatan penulis, saya ucapkan, "jangan takut kawan, katakanlah! resikonya cuma dua: diterima atau ditolak"
    🙄

  3. ternyata caranya masih sama sewaktu dulu jaman memakai (mendiang) Jempol.
    Masalahnya,
    gimana kalo tyt tidak ada sama sekali nomer yang biasa dihubungi?

    Pastilah tatapan mengasihani yang kita dapat.

  4. saya juga pernah menukar no xl ke graha xl, karena nomor dan nama ktp sesuai maka prosesnya sangat cepat dan cukup bayar rp 2.000

    b e r e s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram