25 Mei 2011

Selamat Tinggal Bank Mandiri

Maksud hati memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran, ternyata saya harus merelakan melepas 1 bank dalam daftar fasilitas pembayaran. Bank apa lagi kalau bukan Mandiri.

Keputusan ini didasari atas kekecewaan saya setelah secara sepihak bank plat merah itu menaikkan saldo minimal pengambilan ATM dari Rp.50.000,- menjadi Rp. 100.000,-. Kenaikan diam-diam ini mengakibatkan saya tak bisa mengambil penuh dana klien melalui ATM pada Rabu ( 4/5). Bahkan saya merasa terhina karena beberapa kali mesin ATM Mandiri menuduh saldo saya tidak cukup!

Sangat berbeda dengan BCA. Meski konon banyak tarikannya, tapi penarikan dana kiriman dari klien tak pernah terganggu. Tidak membuat saya rugi, karena saya dapat menarik dana secara penuh  sebesar nominal yang dikirim pelanggan.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

8 tanggapan untuk “Selamat Tinggal Bank Mandiri”

  1. luluhmm berkata:

    😀
    Melaseh...
    Berhubung saya ga pake mandiri, jadi saya belum pernah merasa dirugikan oleh mereka. Tapi jujur saja, saya pun ga suka sama Bank Mandiri. Bukan karena pelayanannya yang tidak bagus dan lain sebagainya. Tapi karena ada kenangan pribadi saya dengan seseorang yang membuat saya iri padanya. Hehe..

  2. nek aku, jengkel dengan layanan kartu kreditnya ituh.... blas gak menarik, banyak tawaran mengaku-ngaku dari bang mandiri ternyata asuransi.

  3. Mhd Wahyu NZ berkata:

    sori om, sudah lama tak pakai mandiri atau bca, jadi tak tau tentang aturan kedua bank tersebut. sudah lama pula beralih ke shar-e muamalat, saking simpelnya, bahkan tanpa buku tabungan, tapi untuk keperluan saya. layanannya sudah sangat memenuhi, lebih malah.

  4. Estiko berkata:

    Wah, berarti senasib Kang. Aku juga gitu. Niatnya mempermudah transaksi, malah terjebak masalah saldo. (doh)

  5. Semut Smart berkata:

    Wah...ribet bgt yah mas...
    enakan pake MUAMALAT Shar-e, mau ngambil berapapun Ayo...

  6. Pradna Satunya berkata:

    bang Mandiri tuh plat merah ya? pantes...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 comments on “Selamat Tinggal Bank Mandiri”

  1. 😀
    Melaseh...
    Berhubung saya ga pake mandiri, jadi saya belum pernah merasa dirugikan oleh mereka. Tapi jujur saja, saya pun ga suka sama Bank Mandiri. Bukan karena pelayanannya yang tidak bagus dan lain sebagainya. Tapi karena ada kenangan pribadi saya dengan seseorang yang membuat saya iri padanya. Hehe..

  2. sori om, sudah lama tak pakai mandiri atau bca, jadi tak tau tentang aturan kedua bank tersebut. sudah lama pula beralih ke shar-e muamalat, saking simpelnya, bahkan tanpa buku tabungan, tapi untuk keperluan saya. layanannya sudah sangat memenuhi, lebih malah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram