(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

14 April 2011

20 Tahun Berserak, Ketemu Juga Akhirnya

\"Ingat Rio tidak? \"o itu.. rio yang nakal itu kan. Duh nakal sekali dia. Bayangkan, suatu ketika saya diajak pipis bareng di kamar mandi sekolah. Begitu di dalam saya melihat dia tidak pipis ke bawah, tapi diarahkan ke kolam (bak) mandi. Cuuurrrr .."

\"ha ha ha ha \" kami tertawa bersama. Penuh lepas.

Malam itu memori masa lalu seperti meluber kemana-mana. Sedemikian lepas setelah seorang sehabat  tiba-tiba datang ke rumah, mencari tahu tentang keberadaan saya.

Wahyu. Benarkah saya berjumpa dengannya? Angin apa yang membawanya kesini.

Jelasnya angin itu bukan dari fesbuk, karena baik dia maupun saya juga sama-sama mencari di jejaring besutan Mark zukenberg tersebut, namun sama-sama nihil. Tentu ini perjumpaan yang aneh, boleh dikata menakjubkan. Tanpa alamat, HP, email, bahkan  fesbuk seseorang bisa ketemu. Seseorang yang sudah hampir 20 tahun berpisah. Sungguh sangat dramatis membayangkan, bagaimana dia dengan motornya rela ke surabaya dan mencari-cari saya. Sudah berapa liter bensin dan kampas rem yang ia habis kan.

Diantara ketakjuban itu sejumlah pertanyaan menari-nari diatas kepala. Benarkah dia memang wahyu, orang yang dipanggil Boim. 20 tahun berpisah tentu sangat merepotkan mengidentifikasi. Sebagai orang normal tak mungkin saya mencari tanda lahir di pantat. Atau membawa giginya ke laboratium forensik untuk di visum wong dia masih segar bugar.

Wahyu yang kukenal dulu memiliki ciri-ciri khusus : dia lebih suka nonton home alone ketimbang Dono warkop, dia  hobby touring dan tak suka naik gunung, dia prever dengan hal-hal berbau ikan hias, dia selalu memanggilku PM, kalau tidur kipas angin disetel kenceng2 dan diarahkan langsung ke dada, dan...hati dia berbunga-bunga kalau kusebut nama \"Dwi Shinta anak 2G"

\"Ha ha ha"Kembali kami melepas tawa. Dia benar-benar Wahyu E Kusumo alias Boim.

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

13 comments on “20 Tahun Berserak, Ketemu Juga Akhirnya”

  1. hehehe... kok ya namanya sama dengan saya punya. ternyata nama wahyu itu nama yang bagus, buktinya banyak yg pakai. hahaha...

    lah kita nov... ± 2 tahun lalu juga gak sengaja ketemu di surabaya kan? di bungkul itu? malam² pas kopdar itu? setelah berapa tahun itu ya? hahaha...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram