(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

Recent Posts

Detract yet delight written farther his general. If in so bred at dare rose lose good. Feel and make two real miss use easy.
6 Februari 2018
Tips Beli Tiket KA Eksekutif Harga Ekonomis

Kereta Api tak lagi seperti dulu, semenjak dipegang Jonan, PT KAI melakukan banyak perubahan di banyak sisi, mulai system ticketing, gerbong, hingga stasiun. Dulu naik gerbong ekonomi selalu dusel-duselan, sekarang enggak, karena 1 tiket untuk 1 seat. Dulu harus gobyos sekarang bisa pules kena AC. Itu salah dua contohnya.

Read More
2 April 2010
Jadwal Online Kereta Menyesatkan

Sebagai pelanggan setia jasa kereta api saya dibuat pusing dengan result jadwal kereta di situs www.kereta-api.co.id. Minggu lalu, tepatnya senin (29/3) dari jakarta saya berniat pergi ke surabaya dengan kereta. Karena pekerjaan yang belum kelar saya memutuskan berangkat malam, tapi tidak dengan Eksekutif mengingat tarifnya yang sangat mahal. Apa saja tak masalah, yang penting sampai […]

Read More
17 Maret 2009
Fenomena Cewek Pulsa dan Bisnis Baru di Kereta

Komunikasi adalah kebutuhan dasar manusia. Sebagai bagian dari gaya hidup yang serba cepat dan ringkas seperti saat ini, tuntutan akan komunikasi portable & nirkabel handal melalui handphone ataupun yang masih menggunakan kabel tentu saja menjadi hal yang sangat penting bagi semua orang. Tak heran bila kemudian banyak pebisnis tertarik menggarap sektor ini. Karena bisnis di […]

Read More
11 Februari 2009
Nikmatnya NgeFLY bersama AirAsia

BAnjir sangat menyusahkan dan menjadi berita dari banyak orang. Di media TV, internet, dan radio bulan-bulan ini selalu dipenuhi berita seputar Banjir. Blog Pak Sawali juga tak luput dari tema tersebut. Sangat real time karena beliau adalah salah satu korban dari efek keseimbangan alam di kotanya, Kendal, yang secara geografis bertetangga dengan raja banjir, semarang. […]

Read More

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram