(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

11 Februari 2009

Nikmatnya NgeFLY bersama AirAsia

BAnjir sangat menyusahkan dan menjadi berita dari banyak orang. Di media TV, internet, dan radio bulan-bulan ini selalu dipenuhi berita seputar Banjir. Blog Pak Sawali juga tak luput dari tema tersebut. Sangat real time karena beliau adalah salah satu korban dari efek keseimbangan alam di kotanya, Kendal, yang secara geografis bertetangga dengan raja banjir, semarang.
Gara-gara banjir di kota Semarang itu membuat saya kemudian jadi pusing tujuh keliling.

Betapa tidak, Rabu besoknya saya sudah harus di Jakarta mengisi pelatihan di dua tempat. Sementara , kabar yang berkembang, Kereta-kereta dari Surabaya sampai siang hari belum masuk Jakarta. Banjir memaksa PT KA mengalihkan rutenya dari Pantura ke Selatan. Padahal tahu sendiri, rute selatan, mulai Jogja âââ€Å¡¬\" Jakarta dikenal sebagai jalur gemuk. Berpuluh-puluh Kereta berseliweran di jalur tersebut. Kalau ditumpuk dengan kereta-kereta Pantura seperti Argo, Sembrani, Gumarang, Kertajawa, RAjawali, dll bisa dibayangkan..

Tak perlu berpikir-pikir panjang, karena waktu sedemikian berharga, ditambah pertimbangan dari rekan di Jakarta, maka saya putuskan naik jalur udara. Berikutnya saya langsung googling sana-sini mencari tiket, dan didapat AirAsia dengan harga yang relative cocok disaku.
***

Sebenarnya cukup keder juga bakal naik AirAsia. Pengamatan saya, complain sering dialamatkan ke maskapai tersebut. Lewat Media cetak dan Online seperti Detikcom. Bukan soal keselamatan, tapi masalah service yang konon semaunya sendiri. Terlebih airasia memakai model paperless untuk tiket, sebagai strateginya menghadapi perang tariff. âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‹Å“Beliâââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’¢ÃƒÆ’ƒÂ¢Ã¢â€šÂ¬Ã…¾¢ barang semahal kelas pesawat rasanya koq nggak mantep jika tidak disertai bukti lembaran surat. Serasa beli kacang garing. Mana menurut kabar tanpa nomer kursi pula, pasti nanti semua saling berebutan, walaupun pihak Maskapai meyakinkah bahwa jumlah passangger tak akan melebihi jumlah set. Selalu pas.

Beruntung, kekederan tidak berlangsung lama. Terjawab langsung malam itu juga. Saat boarding, saya cukup menunjukkan print out email hasil transaksi online dengan airasia, disertai bukti KTP dan Kartu Kredit yang dipakai untuk pembayaran. Berikutnya petugas memberikan beberapa lembar, mulai dari struk bagasi, lembar FAQ/panduan, hingga lembar yang berisi nomer urut kursi. Cukup membuat saya berubah stigma. Menjadi mantap.

Kepuasan tidak berhenti disitu. AirAsia sangat ontime dalam schedulle. Tertulis jam 20.55 berangkat, di detik itu juga pesawat Takeoff, dan Landingnya tepat pkl 22.15 sebagaimana yang tertulis di surat. Kalau bukan karena kelas ekonomi mungkin tak membuat saya heran. Sama-sama kelasnya, 4 tahun silam, Mandala Air pernah bikin jera sekeluarga setelah delay-nya gak tanggung-tanggung, hingga 3 jam. Padahal saat itu kami membawa bayi yang masih rentan rewel di jalan.

Kursinya, walau economic class cukup bisa membuat saya pulas juga. Entah, mungkin karena capek setelah 2 hari lembur. Begitu bangun, tahu-tahu sudah mendarat. Padahal kalau sudah terbang, saya menantikan efek turbulence yang cukup menegangkan. Pengalaman berbeda saat memakai jasa Adam Air dan XXX Air. 'Turbulence' tidak disebabkan dari pengaruh udara dan ketinggian saja, tapi factor mekanik didalamnya. Yang saya ingat, gesekan engsel-engselnya sangat terasa baik takeoff maupun landing. Tentu saja ini membuat bibir seluruh penumpang komat-kamit. Beruntung, saya berikut penumpang-penumpang lain tak lagi dikecewakan. Adam air sudah tobat dan terbang jauh ke sorga.

Dan yang paling penting dan berkesan dari semuanya adalah Pramugari. Tapi saya rasa ini tak perlu diceritakan. Sangat subyektif dan relative dari setiap laki-laki.

Terima Kasih AirAsia...

-----

Foto diambil dari sini.

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

17 comments on “Nikmatnya NgeFLY bersama AirAsia”

  1. pengalaman yang begitu begitu berkesan buat wempi sewaktu terbang dg batavia air dari batam ke jakarta, sering turbulence, ada cewek taiwan waktu itu di sebelah wempi terlalu berlebihan paniknya sehingga semua penumpang juga ikut-ikutan panik. juga telat nyampe jakarta, hampir saja di tinggal sama sriwijaya air untuk melanjutkan perjalanan ke palembang.

  2. banjir memang telah menjadi penghambat aktivitas, mas novi. sungguh beruntung, mas novi yang supersibuk bisa mendapat alternatif lewat airasia. yang penting semua tugas telah tertunaikan dg baik. salam kreatif!

  3. ternyata..........................
    mr.nop bener2 hero ya...
    bukan hero kesiangan lage...
    tape super hero soalnya bisa terbang sih...........

  4. Loh aku malah suka e-tiket. Gak ada resiko tiket hilang dan bisa beli tanpa keluar rumah. Hanya sriwijaya yang belum menerapkan e-tiket.
    Oh ya airasia gak perlu menunjukan kartu kredit.
    Airasia dan citylink cocok bagi penumpang tanpa bagasi.
    Oh ya, kejelekan airasia cuma parkir pesawat sering di internasional. Kemarin dari SUB diangkut bus ke terminal internasional, eh di CKG juga parkir di internasional. Turun lewat gate internasional dan diangkut bus ke terminal C. Maklum airasia malaysia-surabaya-jakarta-malaysia hehehe.
    *jadi ingat tagihan bni bulan ini ada airasia dan lion*

  5. Good news everyone, i found a site where you can easily research AirAsia ticket price for the next 15 days to find their economy promo ticket. You just need to input the departure date, origin and destination and press search. The result will show 15 days airfare prices for the route in one single page, including the departure hour and flight number.

    Check it out at: http://www.unique-stuff.co.cc/find_cheap_airasia_flight.html

  6. mungkin kalo baru pertama kali naik airasia orang akan beranggapan seperti ini.. kalo menurut saya malah airasia sangat profesional, booking yang mudah, pesawat baru, pramugari yang ramah, serta safety record yang amat sangat baik..

    airasia adalah pilihan saya setelah garuda dan mandala..
    .-= Tri Setyo Wijanarko´s last blog ..Suramadu Bridge-The Longest Bridge in Indonesia =-.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram