(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

27 Oktober 2009

Merajut yang Tersisa dan Tercerai

Setelah sekian lama website sekolah berjalan stag, tanpa ada update, tanpa ada aktivitas redaksi, akhirnya kamis malam kami mengadakan meeting pertama dalam era ini. Era generasi ke 3.

Kondisi yang sekarang jelas jauh berbeda dengan sebelumnya, dari jumlah kepedulian dan akses. Hanya tinggal beberapa gelintir yang ada, sebutlah : Een, Najah, Itaul, Ita, Wakhid, Agoes, dan 2 crewchild baru (semoga tidak saja bertahan, tapi juga betah). Kemudian untuk soal akses, tak satupun guru yang terlibat. Persis seperti era sebelumnya. Guru, hanya sebagai penjaga formalitas: sambutan, setuju, mendukung, dan semacamnya.

Salah seorang guru yang dulu pernah support sudah enggan lagi untuk melakukan hal yang sama seperti tahun sebelumnya. akhirnya saya harus menjadi manusia normal kata guru tersebut pasca lebaran 1430 H.

Ya sudahlah, setiap orang berhak menentukan pilihan dalam langkah hidupnya. Maka itulah kami beri judul seperti diatas.

Bagi kebanyakan guru, aktivitas normalnya adalah : berangkat mengajar dan pulang jika sudah jamnya. Tak usah lagi berpikir untuk membangun apa yang sekiranya bisa diberdayakan di sekolah. Ironisnya, jenis guru seperti ini selalu tumbuh di sekolah yang berlabel agama, seperti yang pernah ditulis dalam blognya pakacil.

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram