(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

27 Desember 2008

Lezat dan Maramnya Baso Kepala Sapi

Kalau jalan-jalan ke Surabaya anda bakal sering menyaksikan Penjual Bakso dimana-mana, dari yang mangkal, jalan pake rombong, sampai yang dipanggul. Begitu banyaknya variasi. Kalau beruntung anda akan menyaksikan juga penjual bakso yang berlari cukup kencang dikejar Tamtib.

Variasi model penjual juga diikuti oleh variasi rasa. Bermacam-macam rasa disajikan, mulai dari Bakso Malang, kemudian bakso solo, lantas ada bakso yang bulatnya mungil-mungil hingga segedhe bola tenis (lebih sepertinya). Ada lagi Baso yang dibuat dari Ikan Tengiri, bahkan konon ada pula Bakso dari Cingur Sapi.

Mungkin dari banyaknya varian dan distro baso di surabaya membuat anda bosan juga akhirnya. Tapi tunggu dulu, ada 1 lagi yang layak anda cicipi. Baso Kepala Sapi namanya. Letaknya di pojokan, perempatan antara jalan Manyar dan Asrama Haji.

Kemarin saya berkesempatan mencobanya, bersama ishak teman dari Pondok. Dua rasa penasaran menyelimuti niat saya untuk membelinya. Pertama dari namanya, Kepala Sapi. Penasaran bagian mana dari kepala yang dijadikan baso. Penasaran kedua adalah info dari ust. Zubair tentang pelayanan dari waitress yang sangat cepat. Sebegitu cepatnya, belum selesai motor diparkir pengunjung sudah ditanya mau pesan apa, yang biasa atau spesial. Pasti yang demikian menjadi Add Value sendiri karena betapa banyaknya resto-resto yang pelayannya ogah-ogahan mendatangi pengunjung.

Benar, terbukti sekali, baru saja kami masuk salah seorang pelayan menanyakan hal tersebut diatas, ditambah tawaran makan disini atau bungkus. Padahal saat melihat tempatnya saja kami sudah dibuat jeper duluan. Full, sudah pasti antrean bakal lama. Rupanya baik sambutan dan penyajian intervalnya tak jauh beda. Beberapa menit setelah kami duduk pesanan yang diminta datang. Luar biasa.

Lantas bagian mana dari kepala yang diolah jadi Baso, sampai pulang tak bisa kami simpulkan. Kami berdua bukan anak jagal, sedikitpun tak punya pengetahuan tentang bagian-bagian daging. Tapi apapun bagiannya tak soal karena rasanya sungguh lezat. Basonya terasa ringan dikunyah namun mantap dilidah. Rasanya juga gurih tatkala seledri yang disediakan terpisah ditaburkan ke seluruh seantero kuah. Wuihhh.. nyamm..yummmiii. Jika anda yang tak ingin merasakan lezatnya saja tapi ingin kenyang disediakan juga kupat lontong dengan karbohidrat tinggi, ditambah beberapa gorengan penambah kegurihan.

Btw, di Baso kepala sapi ini ada 2 menu yang ditawarkan, Biasa atau Spesial. Yang biasa Rp. 7000,- sedang Spesial Rp. 11.000,- Tak jauh bedanya, hanya porsi dan jumlah Baso yang lebih banyak pada menu Spesial, plus cacahan daging kecil-kecil yang cukup membuat geli enaknya di rongga mulut. Porsi yang cukup banyak dan hampir memenuhi mangkok praktis membuat marem di perut. Kenyangg.

So, bagi anda yang sedang ke Surabaya dan ingin menambah perbendaharaan cita rasa Baso jangan segan-segan mencicipi Baso Kepala Sapi ini. Sayapun bersedia jadi guide. Tentu sambil berharap-harap dapat porsi gratis juga dari Anda. Jelaslah. Oke .. ditunggu..

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

12 comments on “Lezat dan Maramnya Baso Kepala Sapi”

  1. wah2,........aku seneng ki nek d updatin masalah kuliner
    aku tunggu tempat2 yg lainnya ya masku sayg.........

    ada referensi tempat penjual mie ayam sing enak g...
    heuheu.....

  2. #yummy : km mau?, makanya ikutin terus jadwalku ke pondok. nanti aku bawain oleh-oleh

    #Ringgo : walah nggo... kowe ora tau katon. sibuk kuliah terus yo. kapan iso melu maning nang pondok. iki aku bar nyulik Mantan Kyai nang pondok. Seh kangen ra karo SAH?

    mie ayam?
    wohh ada... mie ayam pak jenggot Purwokerto 🙂

    #zakiyah : urlnya ga bisa dibuka mbak?

  3. maaf, url zaman alif heula. kali waktu saya main ke surabaya, guide nya siap ya,..
    biar di surabaya tidak hanya ke tempat baso kepala sapi, aku tunggu tempat dan mkanan khas & uniknya

  4. emmm...kayaknya boleh juga tuh.pi masa buat nyicipi ja mesti ke Srby sech.dah diiming2ngi mo jadi guide pake da acara minta gratisan pula cape dech...!mo makan bakso kok susah amat yach...?

  5. ;-D

    iya ne mas,...
    ok,....
    ntar aku ikut lagi due......

    sbenernya aku bth daun pisang mas skg,....
    cos ko yo "sikil" memprihatinkan,....
    kembang kempis g karuan,.....

    tapi tolong muat masalah kuliner y lain dum

  6. PETANYA KURANG KE BARAT (KE ARAH KIRI) MAS.... TEMPAT KERJAQ D KLAMPIS, N ETIAP HARI LEWAT. TG BLM PERNAH NYOBA. 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram