20 Juli 2009

Kundarti Gagal Balas Dendam ke TPC

Bagi pelanggan setia blog ini tentu masih ingat dengan kisah kundarti yang pernah saya tulis jauh beberapa bulan yang lalu. Alhamdulillah beberapa hari kemarin beliau datang ke gubuk offline saya di Surabaya. Uun, panggilan mesra saya kepadanya, sengaja datang ke Surabaya dalam rangka belajar website plus jual beli online. Kedatangannya memanfaatkan hari libur panjang bagi kaum pekerja yang jatuh pada tanggal 18-21 Juli 2009.

Nekad bagi Uun sebenarnya karena Surabaya adalah kota yang diharamkan orang tuanya untuk diinjak. Oleh karena itu kepergiaannya ke kota Sorganya para Buaya ini tidak diumumkan ke publik, termasuk kepada kedua ortu. Bagi Uun, bagaimanapun belajar sangat penting, kalau perlu ke negeri Cina sekalipun, kata dia menirukan petuah orang lama. Namun begitu, sebagai anak sholihah dan berbakti pada orang tua Uun tetap memberi kabar begitu sampai di Surabaya. Ternyata orang tuanya diam saja. Mengekor kaidah sunnah, jika Rasul diam berarti mubah hukumnya alias boleh. Yah, begitulah Uun, si anak bengal yang patut ditiru bagi siapapun yang ingin maju, maju, maju, dan mandiri.

Walau niatnya belajar, sebagai ahlul bait yang harus memuliakan tamu saya menyempatkan diri untuk mengajak uun kopdar dengan para siluman TPC dalam acara JMP (Jogging Minggu Pagi) di Taman Bungkul yang merupakan agenda rutin Tugupahlawan.com. Dalam kesempatan itu hadir juga Mbak Ajeng atau ajengkol, pemilik blog muslimah.web.id yang juga datang jauh dari Depok Jawa Barat.

Sengaja Uun saya ajak dalam acara TPC karena selain sebagai blogger bisa jadi ia mau melampiaskan aksi balas terhadap TPC yang pernah menjatuhkan bom dahsyat berbau saat 1 mobil sepulang acara Ziarah Wali Blogger awal tahun lalu, dimana Uun adalah salah satu korban.

Gayung bersambut, selayaknya kopdar yang tak pernah lepas dari acara jalan-jalan dan makan-makan, usai sarapan dengan nasi pecel dan nyamil kentang goreng bumbu saus saya bersama uun dan 8 blogger lain langsung beranjak menuju Madura, demi mencari kepiting goreng. Siangnya kami menuju lounge Urgent buat makan siang. Singkat kata, dalam beberapa jam Uun sudah 3 kali makan. Tentu sangat kenyang perutnya sehingga cukup buat bekal amunisi.

sarapan jam 9 di Taman Bungkul
sarapan jam 9 di Taman Bungkul
makan siang jam 10.30 di madura
makan siang ke dua jam 12 di urgent
makan siang ke dua jam 12 di urgent

Apakah kemudian Uun benar-benar telah membalas kenangan pahit 6 bulan lalu?
Tidak, karena kemungkinan dan alasan diatas hanya dugaan saya semata, yang mana lebih banyak melesetnya. Tidak tampak aksi balas dendam dari Uun hingga acara berakhir, apalagi saat kopdar JMP pagi sebelumnya mas Fayyas, manajer kopdar TPC telah meminta maaf terlebih dulu atas tingkah laku Kingkong, tersangka utama pengeboman. ***

Daftar hadir dalam acara kopdar Kundarti di Surabaya :

video Kundarti : Uun sedang menikmati indahnya suramadu

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

29 tanggapan untuk “Kundarti Gagal Balas Dendam ke TPC”

  1. 49oe5 berkata:

    Siip Tenan
    Cah Magelang Kuwi..
    Kendel Pisan

  2. saifunalyoom berkata:

    bu uun gak takut tambah lebar ( lebay + bohay ) apa yah,,,makan mulu 😀

  3. saifunalyoom berkata:

    ralat Lebar = Lebay ( lebar + bohay )

  4. ikun berkata:

    (mau pidato)
    *terima kasih kepada surabaya, yang telah mengijinkan aku menginjakkan kaki ditanahmu.
    *terimakasih pula kepada master shifu yang telah menjemput, ngasih makan, ngajari,dan nyangoni(asiiiikkkk) sehingga aku jadi kepingin balik lagi ke sby.
    *lan kulo aturaken sembah suwun ingkang katah kagem Siluman TPC yang telah menyambut diriku dan mentraktirku (tauk aja kalau aku doyan makan :D- besok-besok lagi yaaa.....!!!)
    permintaan maaf atas pengebomannya belum termaafkan kalau dendam belum terbalaskan hahahahh.... (becanda ding! --- takut pada tewas kalau ku balas dendamxixixixi)

    @ saifull--- ga makan aja udah tambah lebay, apalagi yang ditakutkan ya to???? (lubuk hati say: I wanna diet ......biar sliming tea...hihi piye carane ful?)

  5. gajah_pesing berkata:

    Suramadu edisi ke-dua?

  6. saifunalyoom berkata:

    @buk uun : carane yo gak usah makan mpe bener2 kering...hehehe..

  7. sawali tuhusetya berkata:

    kepingin juga nunggu aksi UUN balas dendam, hehe .... ternyata ndak jadi juga, haks. wah, salut juga dg uun yang demikian nekad ke sorga para buaya demi menemui mas novi, hehe ... belajar wb dan bisnis ol. hmm ... salam buat dia, mas novi.

  8. ciwir berkata:

    JOSSS....
    tapi aneh tenan, saben minggu pagi jogging tapi arek2 TPC podo lemu2...? apanya yg salah yaw?

  9. ciwir berkata:

    ojo2 JMP mung alesan, sing tenan asline yo njajan neng warung2 pinggiran taman bungkul...
    mangkane do lemu2 ngunu (doh)

  10. -3- berkata:

    wew...ada kopdar to , mbok ngajak kalo ada acara makan2 xixixi...
    salam kenal,

  11. mbah sangkil berkata:

    uun makannya menggila wahahahahahah

  12. ajengkol berkata:

    Uun sampai ketemu di Wonosobo yah ... eh btw hadir nggak neh ?
    Makasih untuk reportase dan kehadiran Novi ... thanks to TPC terutama manager kopdarnya *wink*

    Wait for me 7 Agustus yah .. Lapindo dan makan makan

  13. M. berkata:

    aku aku gak diajak......aku kan juga pengen xx jayan-jayan nang surabaya kotanya para buaya....

  14. dafhy berkata:

    kapan nich mbak ajeng sempat ke ponorogo ya?

  15. Big Sugeng berkata:

    Demi persahabatan, diet ku gagal maning gagal maning
    lha mangan nganti ping telu, tanduk ping loro...
    waduuh... kenyang bener....

    blajar? Ngantuk ah...

  16. MQ Hidayat berkata:

    Lha, ada apa nih?
    kok ada bales dendam bgini?
    ________
    Ceritanya seru

  17. Wandi thok berkata:

    Waw, sinau adoh-adoh tekan Surabajul barang mbak, rapopo sing penting oleh ngelmu akeh. Lanjutken 🙄 😀

  18. Pencerah berkata:

    antafff
    surbaya i'm coming

  19. detx berkata:

    waakkakaakakak... yo gak ngatasi je nek ate nglawan bome kingkong..

  20. galuharya berkata:

    semangat yang benar-benar patut diacungi jempol...
    demi *balas dendam* sampai dibelain datang ke sorbeje

    bwekekkekekek

  21. yummy berkata:

    makan ngga ngajak2 ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

29 comments on “Kundarti Gagal Balas Dendam ke TPC”

  1. (mau pidato)
    *terima kasih kepada surabaya, yang telah mengijinkan aku menginjakkan kaki ditanahmu.
    *terimakasih pula kepada master shifu yang telah menjemput, ngasih makan, ngajari,dan nyangoni(asiiiikkkk) sehingga aku jadi kepingin balik lagi ke sby.
    *lan kulo aturaken sembah suwun ingkang katah kagem Siluman TPC yang telah menyambut diriku dan mentraktirku (tauk aja kalau aku doyan makan :D- besok-besok lagi yaaa.....!!!)
    permintaan maaf atas pengebomannya belum termaafkan kalau dendam belum terbalaskan hahahahh.... (becanda ding! --- takut pada tewas kalau ku balas dendamxixixixi)

    @ saifull--- ga makan aja udah tambah lebay, apalagi yang ditakutkan ya to???? (lubuk hati say: I wanna diet ......biar sliming tea...hihi piye carane ful?)

  2. kepingin juga nunggu aksi UUN balas dendam, hehe .... ternyata ndak jadi juga, haks. wah, salut juga dg uun yang demikian nekad ke sorga para buaya demi menemui mas novi, hehe ... belajar wb dan bisnis ol. hmm ... salam buat dia, mas novi.

  3. Uun sampai ketemu di Wonosobo yah ... eh btw hadir nggak neh ?
    Makasih untuk reportase dan kehadiran Novi ... thanks to TPC terutama manager kopdarnya *wink*

    Wait for me 7 Agustus yah .. Lapindo dan makan makan

  4. Demi persahabatan, diet ku gagal maning gagal maning
    lha mangan nganti ping telu, tanduk ping loro...
    waduuh... kenyang bener....

    blajar? Ngantuk ah...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram