(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

26 April 2009

Kopdar Maut

Sudah seharian badan saya remuk redam, pegal sana pegal sini. Serasa dikepruki orang sekampung. Kondisi yang sama juga dialami oleh kawan-kawan yang kemarin ikut kopdar di Ole-ole, darmo kali. Mbahsangkil misalnya, bagian terparah dari âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‹Å“remukâââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’¢ÃƒÆ’ƒÂ¢Ã¢â€šÂ¬Ã…¾¢nya tubuh adalah selangkangan. Menurut pengakuannya kena kram (tapi koq pas daerah 'situ' ya). Kemudian Arai, pertandingan belum usai kakinya sudah kecetit.

Gimana ceritanya kopdar yang biasanya berjalan dengan baik bisa-bisanya berujung seperti itu. Kisahnya sederhana. TuguPahlawan dot Com, komunitas dimana saya berafiliasi, sedang mencoba kopdar dalam bentuk lain, yakni dengan bermain futsal. Alasannya, kesehatan sangat diperlukan untuk menjaga tubuh. Blogger yang hampir keseharian hidupnya di depan komputer layak di segarkan dengan kegiatan-kegiatan off air semacam ini. Biar tubuh senantiasa bergerak, agar badan menjadi sehat dan kuat, pikiranpun menjadi mak nyleng.

Menyongsong event perdana ini, beberapa kawan pada berburu sepatu baru di Ramayana Hi Tech Mall. Tak terkecuali dengan saya yang akhirnya harus rela merogoh kocek demi Sepatu NewEra. "Mau Futsal mbak!" jawaban yang pasti terlontar demi meladeni pertanyaan iseng pramuniaga.

Hanya saja, niat mulia ditambah semangat berapi-api tidaklah berbanding lurus dengan pelaksanaan. Belum 15 menit berjalan satu persatu sudah mulai sempoyongan, ngos-ngosan tepatnya. Gajah pesing menggos-menggos diawal, novianto malah sudah menepi sebelum pertandingan (baca: mungkin takut jatuh ), demikian saya sendiri yang kaki sudah koclek-koclek menginjak menit ke 15an. Wajar saja, hal ini disebabkan tiada pemanasan, stretching, dan aktivitas penunjang lain sebagaimana harusnya berolahraga.

Mana kawan, mana lawan juga tak jelas. Beberapa kawan harus berpindah menjadi lawan untuk menyesuaikan keseimbangan tim setelah diketahui beberapa orang ambruk. Demikian dengan skor, tak jelas juga berapa hasilnya, yang saya ingat SAH telah quatrik dengan mencetak 4 gol (pengakuannya!). Saya sudah cukup puas dengan 1 gol yang sangat cantik. Yang lain belum ada pengakuan.

Dari pengaruh ditubuh hingga permainan tidak jelas semua hasilnya. Sungguhpun begitu tak satupun yang kecewa, semua tertawa sepanjang pertandingan. Praktis sudah mirip srimulat main bola di era 80âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’¢ÃƒÆ’ƒÂ¢Ã¢â€šÂ¬Ã…¾¢an. Tapi jangan protes. Namanya juga kopdar, siapa bilang futsal. Yang penting bahagia, mawadah wa rahmah, persahabatan pun terjaga. Nilai yang jauh lebih penting dari kesehatan. Bravo TPC!

Foto diambil dari Tugupahlawan.com

Glosari:

Futsal : sepak bola indoor
TPC : Singkatan dari Tugupahlawan.com , komunitas Blogger Surabaya
Kopdar : singkatan dari Kopi Darat, perjumpaan teman online di dunia nyata

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

29 comments on “Kopdar Maut”

  1. futsal itu medan perang, harus latihan joging tiap hari dan pemanasan sebelumnya, lah ... kalo langsung maju perang yo kurang gawean tenan,...

    halah disini juga nggak ada bolanya....(lmao)

  2. sumpah paha atas ngilu2 dan pegal2. Ayo futsal maneh tapi kudu pemanasan besok2 biar gak kram. Kalo kingkong maen aku wedi dimarahin sing duwe lapangan, retak2 mengko wakakkakakakakka

  3. wakakaka ... kopdar yang unik, mas novi, lagian biasa berada di lapangan mintor kok berada di tengah lapangan futsal. dijamin deh, napas ndak bisa diajak kompromi. kebayang kuat berapa menit utk saya yang masih jadi ahli hisap, keke ....

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram