(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

10 Mei 2009

Jalan Sunyi *

Akhirnya kutempuh jalan yang sunyi
Mendengarkan lagu bisu sendiri di lubuk hati
Puisi yang kusembunyikan dari kata - kata
Cinta yang tak kan kutemukan bentuknya

Kalau memang tak bisa engkau temukan wilayahku
Biarlah aku yang terus berusaha untuk mengetuk pintu rumahmu
Kalau memang tak sedia engkau menatap wajahku
Biarlah para kekasih rahasia Allah yang mengusap-usap kepalaku

Akhirnya kutempuh jalan yang sunyi
Mendengarkan lagu bisu sendiri di lubuk hati
Puisi yang kusembunyikan dari kata - kata
Cinta yang tak kan kutemukan bentuknya

Mungkin engkau memerlukan darahku untuk melepas dahaga
Mungkin engkau butuh kematianku untuk menegakkan hidup
Ambilah.Ambilah. Akan kumintakan ijin kepada Allah yang memiliki
Sebab toh bukan diriku ini yang kuinginkan dan kurindukan

Emha Ainun Nadjib

*) Insprirasi untuk Sabtu Malam Kelabu. Aku tidak menunggu keajaiban. Hanya mencari kesempatan tanpa mencuri ketentuan. Semoga impianmu tercapai.

Semoga pula tercapai impianku yang sebenarnya sama.

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

18 comments on “Jalan Sunyi *”

  1. Lagi jatuh cinta ya????

    novi : lha...lha...lha.. ini kan arsip.. namanya juga arsip, seringkali ingat, seringkali terlupakan, tapi seringkali juga dicari lagi. smg arsip itu nggak lagi dalam selempitan2 kehidupanku. tapi dipajang dalam ruang2 primerku. walah!! =))

  2. Inggih Gusti, Kulo manungso yuwun pangampunten..
    Ingkang Sekatah2 ipun..
    Manungso ..Niku.. Urip Ing Alam Dunyo...
    Nggih sami Petakilan.. Sami.. Adigang.. adigung...
    Prayogi... Sami goroh.. Sami gagah2an ..
    Sagede Manungso nggih Kados Mekaten..
    ..................... Jane Sumonggo dipun Tutuki Mawon ... Ngagem Gelas nggih Mboten punopo. Sa' kersonipun..

  3. Hidup ini harus dilakoni
    Bkan hanya dikhayalkan
    Kegagalan dalam hidup
    Adlah kekuasaan yang tertunda
    Hidup harus diisi dengan kerja keras
    Dengan menggunakan akal bukan sekadar okol
    "pesan singkat dari snipper"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram