9 Maret 2009

Nikah Cukup Sekali Kecuali...

Nikah adalah ibadah. Segala hal yang dilakukan dalam kerangka pernikahan bernilai ibadah dan mendapat pahala besar. Diantara indahnya pernikahan, kita dapat meraup pahala sebesar-besarnya. Istri yang taat dan patuh pada suami, suami yang manafkahi dan melindungi istri lahir bathin bernilai pahala yang besar. Kebersamaan membangun rumah tangga yang Sakinah, penuh Mawaddah, dan Rahmah akan senantiasa diliputi keridhaan Allah S.W.T. Dalam bahasa gaul seringkali disingkat dengan nama Samawa.

Bicara tentang Samawa ini, kemarin Minggu 8 September adik ipar saya melakukannya. Angga mempersunting Nia, gadis satu kota di daerah Cakung Jakarta Timur. Ijab Kabul dilaksanakan tepat jam 9 berikut dengan segala proses tradisi sesudahnya seperti sungkem, doa, injak telur, full music, foto-foto, dan makan-makan. Semua berjalan cukup sederhana, namun sangat meriah, tak kunjung habis tamu-tamu berdatangan keluar pergi. Dari jam 9 pagi sampai 19 malam. Bisa dibayangin capeknya ...

Sebagai sempurnanya Nikah, petugas KUA ( atau mungkin Ustadz yang diundang) memberikan ceramah/khutbah Nikah. Guna memberikan siraman kepada kedua mempelai, tentang semua hal yang terkait dengan pernikahan seperti yang saya uraikan diatas. Walau sering saya dengar juga, tapi cukup bagus dan tepat apa yang beliau berikan, ada harapan-harapan yang membahagiakan bagi indahnya kedua pasangan dalam menjalani biduk rumah tangga.

..namun juga cukup geli ketika beliau mengatakan dalam bagian tausyahnya ..Nikah itu cukup sekali, kecuali salah satu meninggal

Benar memang. Namanya juga ditinggal mati, buat pembebas rasa sepi, terlebih bila anak sudah cukup bikin rewel sehingga menikah lagi adalah pilihan hidup. Tapi untuk sejoli yang lagi membangun cintanya dengan penuh kasmaran, dihari pertama ini, tentu lumayan bikin was-was di hati.. "Duh, cintaku..nanti dikau kawin lagi


Just a joke!...Ini intermezzo saja koq. Bagaimanapun menikah tetap membawa kebaikan dengan segala prosesnya. Selamat buat Angga, selamat buat Nia. Sudah cukup banyak doa yang diberikan, semoga semua terkabul. Amiin ya robbal alamiin. Paling tidak, ada ekses manfaat bagi saya pribadi. Dengan nya dirimu ke tempat mempelai wanita, aku bisa pakai speedy mu sepuasnyaaa ***

-----Selesai------

ilustrasi dari sini .

foto-foto:

Bukan sesuatu yang ringan mendirikan rumah tangga bahagia, di dalamnya diperlukan jihad yang besar, pengorbanan yang tinggi. Diperlukan pribadi-pribadi yang tangguh dan kokoh agar mampu menahan badai dan ombak yang menerpa biduk rumah tangga. Dan sebagai awalan, ibu-ibu jamaah kampung-iyah Kebon Pala men-supportnya dengan Diba shalawat badar di rumah calon mempelai pria, sehari sebelum berlangsungnya pernikahan.

Gedoran terbang shalawat kelompok marawis kampung setempat mengiringi Angga beserta pengikut menantang tim Nia dkk

bla-bla-bla.... SAH!

Kamar Pengantin kedua mempelai. Konon, sunnah sholat (melihat dalamnya) di kamar pengantin bagi pengunjung/tamu-tamu. Sangat barokah doa di kamar ini. Versi jawa, memasuki kamar pengantin bisa menjadi harapan untuk bisa segera dapat jodoh dan menikah lagi juga. Sayangnya fungsi tersebut seringkali bergeser, terutama di desa-desa, kamar pengantin sering ditumpangi untuk melepas lelah bagi saudara2 dari jauh.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

23 tanggapan untuk “Nikah Cukup Sekali Kecuali...”

  1. LuxsmAn berkata:

    hehehe........, Pingin Nikah Mene Maz??????

  2. Novianto berkata:

    KEDUAX !!!!

    Yaaa terus kalo mau nikah lagi gimana nih? hehehe, Wong satu aja masih mau, kok pengen nambah

  3. marsudiyanto berkata:

    Wah, foto2nya lengkap, sampai ke kamar pengantin segala...
    Petuah dari Petugas KUA kadang2 nakut2i, nggak pas dengan suasana gembira...

  4. masentot berkata:

    ketiga,
    kalu bisa nambah kenapa tidak

  5. MQ Hidayat berkata:

    Lha iki?!
    Seng marai aku ndang pengen.
    Tapi duk seng pengen pindo, pisan ae durung.

  6. sawali tuhusetya berkata:

    wah, selamat atas pernikahan adik ipar mas novi, semoga jadi keluarga yang samawa, sakinah mawahdah warrahmah. kalau nikah dipadang sebagai sesuatu yang suci dan sakral, maka sesungguhnya tak akan ada orang menikah dua kali atau lebih, kecuali kalau ada faktor2 tertentu. *walah, kok jadi sok tahu saya, hehehe .... *

  7. Andy MSE berkata:

    Weleh... Selamat deh!....
    Lha pean kapan kawin maning???

  8. suryaden berkata:

    ikut senang saya, semoga sapidinya makin lancar terus ya...

  9. rani berkata:

    yang jelas menikah kudu siap mental, lahir, batin,, dll,,dll,, 😀

  10. ipanks berkata:

    hehehe jadi kepengen nikah tapi harus cari calon dulu nih

  11. mascayo berkata:

    ikut ngucapin selamat deh,
    Semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Amin

  12. Mr_Oef berkata:

    wah....

    aku isih cili'
    durung ngerti urusane wong gedhe...!!!

    hehehe

  13. Big Sugeng berkata:

    Hai siapa yang belum menikah.... segeralah menikah...

  14. wempi berkata:

    jadi pingin nikah lagi nih... 😀

  15. suryo berkata:

    dari sekian banyak petuah yang disampaikan oleh pembicara/kyai, yang nempel di otak ente cuma itu aja.
    kayanya ente lagi cari alasan yang tepat buat oho -oho lagi yah ?

  16. fithraw berkata:

    nikah lagi kan gak pa2 mas... batesnya kan 4 kali... :mrgreen:

  17. endar berkata:

    selamat deh mas buat adik iparnya. semoga bahagia selalu

  18. lovelydee berkata:

    Menikah?? Mmm... gimana ya rasanya?? Btw, selamat buat sang adik ipar.. Moga mjd keluarga samawa. Amien...

  19. yummy berkata:

    no comen aja deh.....

  20. Heryan Tony berkata:

    Setuju, nikah cukup satu kali.

  21. 49oe5 berkata:

    Semoga isteriku muda terus... jadi aku tidak ingin nikah lagii !, kalo nikah lagi, kasihan yg belum dapet... Salam Komandan yg blum dapet, cepetan ya..! Kiamat udah dekat

  22. intan rawit berkata:

    selamat yah atas pernikahannya,,,wah jadi pengen cepet2 nikah juga nih, hihi
    .-= intan rawit´s last blog ..Pohon mimpiku kini tlah berbuah =-.

  23. fadly berkata:

    klu mimpi lihat kamar penganti apa artinya ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

23 comments on “Nikah Cukup Sekali Kecuali...”

  1. wah, selamat atas pernikahan adik ipar mas novi, semoga jadi keluarga yang samawa, sakinah mawahdah warrahmah. kalau nikah dipadang sebagai sesuatu yang suci dan sakral, maka sesungguhnya tak akan ada orang menikah dua kali atau lebih, kecuali kalau ada faktor2 tertentu. *walah, kok jadi sok tahu saya, hehehe .... *

  2. dari sekian banyak petuah yang disampaikan oleh pembicara/kyai, yang nempel di otak ente cuma itu aja.
    kayanya ente lagi cari alasan yang tepat buat oho -oho lagi yah ?

  3. Semoga isteriku muda terus... jadi aku tidak ingin nikah lagii !, kalo nikah lagi, kasihan yg belum dapet... Salam Komandan yg blum dapet, cepetan ya..! Kiamat udah dekat

  4. selamat yah atas pernikahannya,,,wah jadi pengen cepet2 nikah juga nih, hihi
    .-= intan rawit´s last blog ..Pohon mimpiku kini tlah berbuah =-.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram