11 Maret 2009

Long Trip Bumiayu (2)

Benda Sirampog Brebes adalah lokasi dimana Pondok al Hikmah 2 berada. Tapi saya, dan mungkin juga banyak orang lebih sering menganggap lokasi pondok adalah di Bumiayu. Menurut saya, hal ini disebabkan akses ke Bumiayu yang lebih mudah dan dilalui kereta, disamping itu juga kepopuleran dan keramaian kota tersebut dibanding nama Benda, atau daerah-daerah lain disekitarnya. Jarak Benda Sirampog dengan Bumiayu sendiri kurang lebih 10 KM.

Menuju Bumiayu (baca Pondok) bukanlah hal yang mudah, setidaknya untuk saya yang kebetulan mempunyai 2 tempat peristirahatan, di Surabaya dan Jakarta. Stasiun Bumiayu yang kecil tak pernah jarang sekali dijadikan persinggahan kereta-kereta bisnis/eksekutif, demikian juga dengan beberapa kelas ekonomi seperti Gayabaru, Progo, Bengawan, dll. Kereta-kereta tersebut lebih sering memilih stasiun Kretek atau paguyangan untuk tempat berhenti.

Pilihan moda transportasi yang sedikit itu membuat saya sering down duluan saat mau berangkat ataupun pulang. Selanjutnya saya jadi sering menunda kepulangan. Teman-teman krucild menganggap saya cinta pondok . Padahal yang terjadi adalah stressnya membayangkan 12 jam duduk bengong. Jika naik Bis waktu yg diperlukan malah bisa 16 jam. Selanjutnya bonus berupa badan yang pegel-pegel sudah pasti dapat. Obatnya tidak ada lagi selain tidur pulas beberapa jam (doh).. Jika itu terjadi, hari-hari menjadi sangat tidak efektif.

Demikian yang membuat saya sering mengurungkan niat mengajak teman yang mau ikut, takut membuat dia capek, nggak betah, dan Maafkan kawan-kawan...

----- Selesai -----

INFO MODA TRANSPORTASI MENUJU PONDOK

Dari Surabaya
Naik Bis menuju Jogja, paling cepat PO Sumber Kencono Rp. 38.000,- (ekonomi), atau PO EKA Rp. 65.000 (AC), selanjutnya ganti Bis menuju Purwokerto Rp. 18.000,- (Ekonomi), atau Rp. 30.000,- (AC),
Selanjutnya ganti Bis jurusan Tegal, turun di Kaligadung atau lebih enak di Pom Bensin Sakalibel. Rp. 10.000,- (Ekonomi), biasa naik KURNIA. Selanjutnya naik Ojek atau minta jemput orang pondok.
Note : Dari Jogja ada yang langsung melewati Bumiayu, PO Citra Adi Lancar Rp. 40.000,- (AC), tapi hanya diwaktu-waktu tertentu.

Naik Kereta Api,
Pagi, pk. 06.00, naik Pasundan jurusan Bandung, turun di stasiun Sumpyuh atau stasiun Kroya. Selanjutnya ganti Bis ke Purwokerto, kemudian ganti ke Bumiayu seperti diatas. (kalau berangkat pagi, bisa sampai tujuan pondok kira-kira jam 19.00).

Siang, Pk. 14.00. naik Gayabaru Ekonomi Rp. 28.000,- turun di Stasiun Bumiayu Pk. 01.30, tanya petugas, kadang berhenti di stasiun sebelum atau sesudahnya.

Malam, Pk. 17.00 naik Eksekutif Bima, Rp. 170.000,- (senin-kamis), Rp. 230.000,- (Jumat-Minggu). turun di Stasiun Purwokerto Pk. 24.00,-. Menunggu esok pagi untuk naik bis ke Bumiayu.
Note: Kereta Bima hanya berhenti di stasiun kota besar, setelah Purwokerta langsung Cirebon. Anda bisa meminta berhenti di Stasiun kecil seperti Bumiayu jika penumpang yang turun lebih dari 5. Kurang dari itu... Loncat!!

Photo diambil dari sini

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

27 tanggapan untuk “Long Trip Bumiayu (2)”

  1. marsudiyanto berkata:

    Teman saya asli Bumiayu. tetangga selisih 2 rumah juga. Tapi dari Kendal lumayan dekat, kalau kondisi kepepet bisa langsung pulang. Orang Bumiayu kalau bilang "wolu" mantap, jadi "wholu"...

    novi : kalau bilang bapak jadi bapagk :). terima kasih pak kunjungannya. saya tunggu sejak dulu loh

  2. LuxsmAn berkata:

    seko jalan2 pek......

    Oleh-Oleh gwe aq endi????

  3. endar berkata:

    kalau lewat purwokerto mampir rumah saya ya

  4. suryaden berkata:

    dari Bumiayu ke benda sirampog itu naek apa mas...

    novi: naik angkot kuning. tapi kalau sudah diatas jam 5 susah. harus ke Kaligadung dulu atau ke Sakalibel. kemudian disambung pake ojek

  5. Novianto berkata:

    Semoga saya bisa ke bumiayu, namanya juga bumi ayu, tempat tinggal orang2 yang ayu (cantik)

    novi : nanti kalau 1 bulan sebelum merid dolan saja ke pondok. biar goyah imanmu ha ha ha

  6. tukang Nggunem berkata:

    Insyaallah suatu saat ananti saya tak dolan, kalo semua sudah longgar.... mohon dimaapken untuk sekarang blom bisa maen ke pondok tempat santriwan dan santriwati semua...

  7. nirmana berkata:

    wah, info transportasinya uptodate dan lengkap. kayaknya nih orang klo bepergian selalu koleksi tiketnya deh. wkwkwkw

  8. Mr_Oef berkata:

    masih kurang lengkap...!!!
    belum yg pake pesawat,
    atau kapal ntar turun dicilacap, trus langsung ke ajibarang-bumiayu.

  9. Big Sugeng berkata:

    Kalau capek gampang mas... di kreta tidur, begitu sampai nambah tidur.
    Saya nyang mbolak mbalik jogja jakarta tiap minggu juga begitu, kalau senin pagi ngantukkkk banget, padahal di kreta malemnya tertidur pulasss

  10. Edi Psw berkata:

    Wah, berapa kali oper bis tuh?

  11. sawali tuhusetya berkata:

    wah, ternyata bukan hal yang mudah utk tiba di bumiayu. saya jadi malu nih, mas novi, warga jateng, tapi sekalipun belum pernah menginjakkan kaki di bumi ayu yang tersohor itu.

  12. wempi berkata:

    wempi malah suka jalan seperti itu om, walaupun capek dan gak betah di jalan. bakal terobati setelah sampe di tujuan.

  13. aRai berkata:

    ga lewat bandung ya ;))

  14. afin berkata:

    ehmmmmm...............
    kecapean atau emang dasar pengin ketemu santri alhikmah? hehehe....

  15. ajeng berkata:

    Heeee mosok gara-gara iku awakmu gak sido-sido ngajak aku nop?? Tapi nek mbayangno seh ancen kuesel yo.hehehehehe

  16. Andy MSE berkata:

    Jadi pengin ke Malhikdua... kapan ya?

  17. rintoel berkata:

    wahhh perjuanganya boleh juga nih ane arep semua ini akan ada hikmahnya wat maz novi AMIIIIIIIIIIIEEN..........

  18. Mbahkoeng berkata:

    Wah ternyata agen bis juga ampe hafal harga tiket !! wekek..kek..kek..

  19. Br@m berkata:

    kalau di bumiayu lagi gak asyik, perjalanan menjadi lama...he...he

  20. Br@m berkata:

    kalau di bumiayu lagi badmood, perlajalan menjadi lamaaaa pisan..................

  21. ipanks berkata:

    bwakakaka sapa tuh om yang ngorok gitu heheheh 😀

  22. DIAJENG berkata:

    wah enaknya jalan-jalan....kok ndak ngajak-ngajak siih...:)

  23. sulurliar berkata:

    hue hehe hehe... angel e pak... ok. tak coba ijin sek yo...
    tak catete....
    thx nop

  24. yummy berkata:

    bukan agen bis,tapi calo...ya kan? ngaku deh!

  25. izalthea berkata:

    tuk smua orang bumiayu,kt bkin komunitas yu !!!!!!

  26. [...] ini juga menyambung judul sebelumnya tentang bagaimana cara menuju Bumiayu. Jika saat itu saya bercerita transportasi dari Timur yang penuh membosankan, maka sekarang saya [...]

  27. ocenxz99 berkata:

    ada low longtrip buat keyboard sm bass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

27 comments on “Long Trip Bumiayu (2)”

  1. Teman saya asli Bumiayu. tetangga selisih 2 rumah juga. Tapi dari Kendal lumayan dekat, kalau kondisi kepepet bisa langsung pulang. Orang Bumiayu kalau bilang "wolu" mantap, jadi "wholu"...

    novi : kalau bilang bapak jadi bapagk :). terima kasih pak kunjungannya. saya tunggu sejak dulu loh

  2. dari Bumiayu ke benda sirampog itu naek apa mas...

    novi: naik angkot kuning. tapi kalau sudah diatas jam 5 susah. harus ke Kaligadung dulu atau ke Sakalibel. kemudian disambung pake ojek

  3. Semoga saya bisa ke bumiayu, namanya juga bumi ayu, tempat tinggal orang2 yang ayu (cantik)

    novi : nanti kalau 1 bulan sebelum merid dolan saja ke pondok. biar goyah imanmu ha ha ha

  4. masih kurang lengkap...!!!
    belum yg pake pesawat,
    atau kapal ntar turun dicilacap, trus langsung ke ajibarang-bumiayu.

  5. Kalau capek gampang mas... di kreta tidur, begitu sampai nambah tidur.
    Saya nyang mbolak mbalik jogja jakarta tiap minggu juga begitu, kalau senin pagi ngantukkkk banget, padahal di kreta malemnya tertidur pulasss

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram