(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

24 Februari 2009

Gentho Ulang Tahun

Pagi tadi dan mungkin sampai malam ini dunia plurk diramaikan oleh ucapan selamat kepada mas Genthokelir, sahabat blog saya. Entah hoax atau bukan, di facebook tidak ada announcement tentang kelahiran mas Gentho. Atau mungkin di Friendster. ah, rasanya mas gentho tidak se fungki itu ...

Terhadap diri mas gentho tidak begitu banyak yang saya kenal, usia persahabatanku dengannya pun belum seumur jagung. Tapi dari perjumpaan dengannya, foto, dan gaya tulisannya kiranya sudah cukup menggambarkan siapa dia. Bagiku dia sangat sangar, matanya merah menyala kaya memedhi (kalau pas melekan). Gempal pula tangannya. Kalau sudah nyetir celana pendek selutut cukup jadi penutup area vitalnya. Persis konglomerat Bob Sadino.

Ya boleh saja, karena dia juragan tower dan punya wifi sedesa. Jika sekarang (maaf) nabi boleh bersambung pasti sudah ada wahyu dipundaknya, karena salah satu ciri kenabian adalah penggembala kambing. Sudah 100 lebih yang dia gembala . Etawa lagi. Jika 1 etawa seharga 7-12 juta berapa kalinya segitu.

Sungguhpun demikian, walau dunia seisinya sudah dalam genggaman jangan takut untuk bertemu dengannya. Dia tetap njawani, saat launching Bengawan kemarin dia enjoy melek dan ndlosor bareng di Pendhopo Penginapan. Tak jauh berbeda jika anda bertamu ke rumahnya. Dijamin tak kelaparan dan sebal-sebul jika anda merokok. Saya yang bukan siapa-siapa, ngeblog saja masih miskin posting dia sudah rela jauh-jauh 15 KM menjemput.

Begitulah sedikit yang ku kenal tentangnya. Saya tidak tahu kenapa dalam dunia blog lebih mengenalnya daripada tokoh-tokoh seperti Enda, ndoro, rosyidi, Boedi Putra, dan Budi Raharjo. Sepertinya dia lebih dekat dengan 'blog' itu sendiri, dunia penuh ekspresi, baik dialam maya maupun beneran. Atau mungkin juga karena dia lebih berwarna hidupnya barangkali. Karena diriku tak pernah kehabisan daya dengar jika sudah mendengar asam garam kehidupannya. Klop juga dengan asal-usulnya dari gunung kelir. (kelir = warna, jawa).

Ngomong-ngomong soal warna, bukan lantas karena soulmate, semalam tiba-tiba saja saya mengajak anak-anak main ke carefour. Umumnya mainan anak kecil pasti selalu dipenuhi oleh warna-warni. Diantara mainan itu, bilik mandi bola lebih memikat kedua anak saya. Munkin karena rupa warnanya yang jauh lebih banyak dibanding jenis mainan lain. Keduanya lantas menceburkan diri setelah saya membayar tarif Rp.5000 mandi bola sepuasnya.

Liat warna-warni bola saya jadi ingat kisah warna-warninya mas Gentho. Liat keceriaan anak-anak bermain saya jadi ingat pula banjir ucapan ulang taunnya mas Gentho via Plurk di pagi tadi. Sekarang, di malam ini disana pasti sudah dipenuhi warna -warni balon. Dan mungkin juga badut..

Lantas saya ketik blog ini, dan mengucapkan
Met ulang tahun mas Genthoâââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚¦

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

21 comments on “Gentho Ulang Tahun”

  1. Selamat ulang tahun buat Mas Totok Genthokelir, terimakasih sudah mengizinkan saya mengenal sampeyan lebih dekat..
    wes cukup basa basine, saiki to the point wae...mbok aku diciprati benwit sithik wae mas..hahahahaha..sori blom bisa ikut mengobrak abrik anak2 TPC..

  2. Ikutan ngucapin Selamat ulang tahun yaa, ulang tahun berarti jatah umur berkurang sebesar ulang tahun. Misalnya jatah umurnya 1200 tahun sekarang ulang tahun ke 28 berarti sisa umurnya adalah 1200 - 28 = 1172 tahun (masih lama banget mas...)

  3. saya juga melihat link postinga mas totok lewat fb. baru tadi saya ngucapin selamat ultah kepada mas totok lewat blognya. semoga makin sehat dan sejahtera di usianya yang ke-33. bt, ultahnya mas novi kapan?

  4. met ultah juga dech,telat gak pa2 dungs.mas novi, ngiri nech koq yang pet buku bukannya Q ja sech,,,?ya...Q juga sech yang salah.masa blogger lama gak tahu arti blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram