(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

6 Januari 2017

Ditelikung dan Bisnis 2017

Jumat pagi, pas sarapan, ibu memamerkan kalender baru pemberian puskesmas. Biasa sebenarnya, ada klip spiral dengan ukuran rata-rata untuk dinding. Tapi bagi orang tua istimewa banget.

Standarnya kalender, ada bagian foto di atas yang menggambarkan aktivitas puskesmas. Ibu menunjukkan beberapa foto yang dikenali. Salah satunya adalah wajah Melati, tetangga belakang beda 2 gang. Kisahnya tragis, kata ibu yang tetiba matanya menerawang ke masa lalu.

Di kisahkan, Melati melati memiliki karir yang bagus di sebuah perusahaan bidang farmasi. Setiap hari Melati pulang naik angkot dan bersambung jalan kaki hingga rumah. Melihat keletihannya setiap pulang kerja, Mawar, sang kakak, timbul kasihan dan berniat membantu sang adik. Mawar menawarkan ke Bram, calon suami untuk bisa menjemput adiknya setiap pulang kerja.

Bagi Bram, tawaran ini hal biasa. tolong menolong tak ada salahnya dalam hubungan persaudaraan. Sedikitpun tak ada perasaan ke Melati. Terlebih, secara rupa, Mawar lebih prospek ketimbang Melati, keduanya juga telah bertunangan.

Rutinitas penjemputan berlangsung. Setiap sore, Bram menjemput Melati, hari demi hari, minggu berganti minggu, bulan demi bulan terlewati. Entah karena sering atau apa, gak sadar bibit cinta tumbuh antar keduanya.

Dari sini arah cerita bisa ditebak. Si Bram membatalkan tunangan dan melamar Melati. Sang kakak tentu shock, demikian kedua orang tua. Namun tak ada yg bisa menghalangi orang jatuh cinta. Endingnya Melati dan Bram menikah. Sang Kakak mengasingkan diri ke Bandung demi menghapus kisah pahit yang dialami. (konon Mawar menikah dengan tetangganya sendiri).

It's Live, banyak hikmah yg bisa dipetik dari kisah ini, tentang mahalnya kesetiaan, pentingnya komitmen, hingga adigium kondang di Jawa "Witing tresna jalaran saka kulina" - Cinta berawal karena terbiasa, seseorang dapat jatuh cinta karena sering bertemu atau berinteraksi.

Namun, ini perihal bisnis. Bagi saya, inspirasi yang bisa diambil dari kisah adalah betapa profesi driver seperti gojek, grab, uber masih menjadi lini bisnis yang menguntungkan. Masing-masing memang pemain besar, tapi rejeki sudah ada yg ngatur. Masih banyak celah diantaranya.

Selamat memulai bisnis baru transportasi. Jangan lupa sodaqohkan sebagian keuntungan di hari Jumat mulia ini.

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram