(062) 999-88881212
support(-di-)m2net.asia

9 Maret 2014

Dari sini, implementasi Sinergi di Malhikdua Dimulai

Tanggal 31 Januari 2014 menjadi momen berharga bagi keluarga besar ICT Malhikdua. Tanggal itu menjadi tonggak penting dimulainya proses sinergi sesungguhnya. Ini seiring dengan restrukturasi organisasi di tubuh M2Net selaku penyelangara ICT di Madrasah Aliyah Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes.

M2Net yang sebelumnya hanya diisi siswa akan kembali mencoba melibatkan elemen-elemen di sekolah. "Strukturnya disusun ulang, dengan penambahaan orang-orang dari beberapa elemen. Semua akan dibawah satu komando Sekolah. Dengan demikian diharapkan efesiensi, alignment dalam arah pengembangan, serta standar pelayanan yang baik, bisa dicapai," jelas Novi Setiyarso, founder M2Net.

Seiring dengan sinergi tersebut, unit kehumasan pun dihidupkan. Sebenarnya sudah ada, tapi hasil sharing dengan Yuni, selaku pejabat terkait, dikatakan bahwa humas di sekolah hanya administratif, belum bergerak secara fungsi.

Sedikit menarik garis ke belakang, sejak 2010 lalu, cikal bakal mensinergikan M2Net dengan departemen (humas) pernah digagas oleh Barnawie saat masih menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Korikulum. Sayangnya, gagasan tersebut terkubur seiring berakhirnya masa tugas guru pengelasan itu di Malhikdua.

Stag beberapa tahun, tepatnya setelah pertemuan tanggal 31 di Lab Bahasa itu, akhirnya M2Net sudah bisa mengambil perannya di sektor kehumasan setelah lama malang melintang hanya terjun di ranah pers sekolah.

Setelah Humas terintegrasi, bertahap M2Net akan menjajaki fungsi Tata Usaha dalam menerapkan Sistem Informasi Sekolah teintegrasi. Kemudian bersambung ke wilayah Perpustakaan, Elearning, dan seterusnya.

Diantara rambahan itu yang paling membutuhkan resource dan effort lebih adalah penerapan Sistem Informasi. Namun, M2Net sudah tidak lagi sendiri semenjak ada pemahaman saat agenda "duduk bersama" tersebut. "Ada integrasi dengan beberapa wilayah, adapun salah satu strateginya adalah dengan mencetak tenaga-tenaga operator yang siap bergerak menjalankan seluruh fungsi-fungsi dalam bidang-bidang terkait." Kata bapak asli Surabaya itu.

Masih berdasar idenya, agar program berjalan, nanti ada staff M2Net yang bertugas mengaudit kinerja masing-masing, kemudian langsung dipetakan untuk menjadi bahan evaluasi. Di tangan staff audit ini, tugas berat menanti. Bagaimana membuat dan mengawal implementasi buku besar panduan tata kelola dan kepatuhan ICT bagi Malhikdua. "Sudah segunung yang harus dikerjakan," Lanjutnya.

Koordinasi adalah satu hal yang harus segera diatasi dalam masa transisi seperti sekarang ini. Bagaimana membangun kesamaan langkah dengan rekan-rekan di Humas, di TU, dan BP agar proses ini bisa berjalan mulus dan lancar. Sudah pasti ini bukan perkara mudah. Apalagi ini masih memulai.

Toh ini tak membuat Novy dkk berkecil hati. Justru, mereka makin tertantang untuk segera menyelesaikan semua tugas yang dirumuskan. Bagi mereka, penyelesaian itu tak semata bermakna bagi ICT saja. Lebih dari itu, keberhasilan nanti juga akan menjadi tonggak penting bagi proses sinergi di unit lain. "Pada akhirnya wajah kita ke depan kan sebagai Sekolah berbasis Pesantren yang menginternasional. Sebuah strategic penguatan," tandasnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

4 comments on “Dari sini, implementasi Sinergi di Malhikdua Dimulai”

  1. kongres udah berlangsung, namun kayanya sama aja kaya dulu...
    apa sih? pembina?..guru?..rasanya semua itu hanya sebuah formalitas pendukung biar M2Net itu tetap eksis di mata sekolah dan pesantren...

    i had not felt the proof of M2Net Congres yet

  2. Setelah sharing bareng adik kelas, dia ngeluh peran dia di m2net, serba bingung katanya. Sempet teringan dengan postingan mas Novi yang ini.
    Sistem baru, struktur baru, dan sungguh kongres kala itu menjadi harapan bagi penjiwa M2net yang mengingkan pengembangan.

    Baca komentar luthfi, baru sadar, udah lama kongres selesai. Tapi, masuknya struktural humas, TU, guru dsb justru membuat m2net tambah ga tau mau melangkah ya. Beda dengan dulu, walaupun dengan kesakit hati'an, dan perjuangan, tapi jelas arahnya.

    Hmmm. Sry mas barang kali aku salah. Karena udah lama ga nongol lagi. he
    cuman kasian anak-anak yang sekarang njalani peranya di M2net. Seperti tak aruh arah mereka.

  3. Tulisan ini saya bikin untuk keperluan majalah (setahun lalu), dengan harapan
    humas, tu, dan sebagainya benar-benar masuk.

    tapi kenyataannya tidak, barangkali sekolah tak menganggap saya
    penting. ya sudah. menggelinding saja. saya biarkan m2net berjalan tak
    semestinya. Biaya membangun m2net sangat tinggi. saya tak ingin keluar
    duit dan pikiran lagi untuk ngembangin. Singkat kata, struktur dan
    system baru itu tak pernah ada. Proposalku tentang pelatihan humas
    konon telah disetujui, tapi kenyataan hingga kini saya tak pernah
    dipanggil untuk mengadakan pelatihan tersebut. Mereka terlalu sibuk
    dengan urusannya, dlsb

    Saya juga bingung dengan peran sendiri di sekolah, mirip dengan
    kebingunan adik kelas mu. Tapi saya rasa yang bingung pasti mereka
    yang ngotot ingin belajar di m2net. Karena dulu saya pernah menghadapi
    5 anak yang minat, saya bilang: "Dik, di M2Net niatkan bekerja, kalau
    anda belum bisa silakan belajar dulu yg keras, baru masuk m2net."
    Walhasil 5 anak itu tak jadi masuk.

    Sementara, yang masuk m2net bukan lewat jalurku, ngotot tetap
    memasukkan anak-anak dengan motif belajar, karena pada umumnya
    organisasi lain seperti itu.

    Tak ingin ribut, tak ingin dianggap semaunya, tak ingin dianggap tak
    mengerti anak-anak, saya biarkan.

    dan tahu-tahu ada yg ngemail saya, kalau anak-anak baru merasa tak
    pernah diajari.

    saya cuma bisa tersenyum sambil berkata : "yang masukin siapa
    ngeluhnya ke siapa"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paruh Baya

Aktif di kegiatan tulis menulis dan membaca sejak kelas 1 SD kala sang Guru dengan lantang memanggil. Lantas berdiri ke depan, menghadap papan tulis hitam. Dengan tatapan kosong, keringat dingin, tangan penuh gemetar, memegang penggaris panjang, hingga mengeja satu demi satu susunan huruf. "Ini ibu budi"

Ternyata "bapak budi"
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram