Dari sini, implementasi Sinergi di Malhikdua Dimulai

Tanggal 31 Januari 2014 menjadi momen berharga bagi keluarga besar ICT Malhikdua. Tanggal itu menjadi tonggak penting dimulainya proses sinergi sesungguhnya. Ini seiring dengan restrukturasi organisasi di tubuh M2Net selaku penyelangara ICT di Madrasah Aliyah Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes.

M2Net yang sebelumnya hanya diisi siswa akan kembali mencoba melibatkan elemen-elemen di sekolah. “Strukturnya disusun ulang, dengan penambahaan orang-orang dari beberapa elemen. Semua akan dibawah satu komando Sekolah. Dengan demikian diharapkan efesiensi, alignment dalam arah pengembangan, serta standar pelayanan yang baik, bisa dicapai,” jelas Novi Setiyarso, founder M2Net.

Seiring dengan sinergi tersebut, unit kehumasan pun dihidupkan. Sebenarnya sudah ada, tapi hasil sharing dengan Yuni, selaku pejabat terkait, dikatakan bahwa humas di sekolah hanya administratif, belum bergerak secara fungsi.

Sedikit menarik garis ke belakang, sejak 2010 lalu, cikal bakal mensinergikan M2Net dengan departemen (humas) pernah digagas oleh Barnawie saat masih menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Korikulum. Sayangnya, gagasan tersebut terkubur seiring berakhirnya masa tugas guru pengelasan itu di Malhikdua.

Stag beberapa tahun, tepatnya setelah pertemuan tanggal 31 di Lab Bahasa itu, akhirnya M2Net sudah bisa mengambil perannya di sektor kehumasan setelah lama malang melintang hanya terjun di ranah pers sekolah.

Setelah Humas terintegrasi, bertahap M2Net akan menjajaki fungsi Tata Usaha dalam menerapkan Sistem Informasi Sekolah teintegrasi. Kemudian bersambung ke wilayah Perpustakaan, Elearning, dan seterusnya.

Diantara rambahan itu yang paling membutuhkan resource dan effort lebih adalah penerapan Sistem Informasi. Namun, M2Net sudah tidak lagi sendiri semenjak ada pemahaman saat agenda “duduk bersama” tersebut. “Ada integrasi dengan beberapa wilayah, adapun salah satu strateginya adalah dengan mencetak tenaga-tenaga operator yang siap bergerak menjalankan seluruh fungsi-fungsi dalam bidang-bidang terkait.” Kata bapak asli Surabaya itu.

Masih berdasar idenya, agar program berjalan, nanti ada staff M2Net yang bertugas mengaudit kinerja masing-masing, kemudian langsung dipetakan untuk menjadi bahan evaluasi. Di tangan staff audit ini, tugas berat menanti. Bagaimana membuat dan mengawal implementasi buku besar panduan tata kelola dan kepatuhan ICT bagi Malhikdua. “Sudah segunung yang harus dikerjakan,” Lanjutnya.

Koordinasi adalah satu hal yang harus segera diatasi dalam masa transisi seperti sekarang ini. Bagaimana membangun kesamaan langkah dengan rekan-rekan di Humas, di TU, dan BP agar proses ini bisa berjalan mulus dan lancar. Sudah pasti ini bukan perkara mudah. Apalagi ini masih memulai.

Toh ini tak membuat Novy dkk berkecil hati. Justru, mereka makin tertantang untuk segera menyelesaikan semua tugas yang dirumuskan. Bagi mereka, penyelesaian itu tak semata bermakna bagi ICT saja. Lebih dari itu, keberhasilan nanti juga akan menjadi tonggak penting bagi proses sinergi di unit lain. “Pada akhirnya wajah kita ke depan kan sebagai Sekolah berbasis Pesantren yang menginternasional. Sebuah strategic penguatan,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov

Site Footer